asuhan keperawatan cidera kepala ringan

  Cedera kepala merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi penyebab utama tingginya angka kematian pada populasi manusia di usia produktif di bawah 45 tahun. Cedera kepala dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental yang kompleks, baik yang bersifat sementara ataupun menetap seperti defisit kognitif, psikis, intelektual, serta gangguan fungsi fisiologis lainnya. (Iskandar, 2004). Insiden cedera kepala secara global terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya peningkatan penggunaan kendaraan bermotor. Insiden cedera kepala di Eropa pada tahun 2010 adalah 500 per 100.000 populasi (Lingsma, 2010) sedangkan menurut Shiroma (2010), terdapat lebih dari 1,1 juta orang Amerika Serikat menderita cedera kepala setiap tahunnya. Peningkatan insiden cedera kepala tidak hanya terjadi di kota-kota besar tetapi juga terjadi di kabupaten kota. Data yang diperoleh dari bagian Instalasi Rekam Medik RSUD Prof. Dr.H.M.Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien cedera kepala disetiap tahunnya. Tahun 2010 pasien cedera kepala sekitar 386 pasien dan tahun 2011 tercatat sekitar 437 orang, jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun 2012 sebanyak 612 pasien (Rekam medik, 2013). Instalasi Rawat Darurat (IRD) sebagai gerbang utama penanganan Indonesian Contemporary Nursing Journal, 2(1), 1-12 2 kasus gawat darurat di rumah sakit berperan penting dalam upaya penyelamatan hidup khususnya penderita cedera kepala. Penanganan cedera kepala harus cepat, tepat dan cermat serta sesuai dengan prosedur yang ada, selain itu prinsip umum penatalaksanaan cedera kepala juga menjadi acuan penting mencegah kematian dan kecacatan, misalnya tatalaksana Airway, Breathing, Circulation, Disability dan Exposure (ABCDE), mengobservasi tanda-tanda vital, mempertahankan oksigenasi yang adekuat, menilai dan memperbaiki gangguan koagulasi, mempertahankan hemostatis dan gula darah, nutrisi yang adekuat, mempertahankan PaCO2 35- 45 mmHg, dan lain-lain (Yulius, 2010). Berdasarkan data dan teori yang telah dikemukakan, maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tanggap penanganan pasien cedera kepala di IRD RSUD. Prof.Dr.H.M. Anwar Makkatutu

Komentar